Daftar Isi
- mengecek broken link dengan Ahrefs: Panduan Lengkap
- Kenapa harus mengecek broken link dengan Ahrefs?
- Cara menggunakan Ahrefs untuk mengecek broken link
- Interpretasi hasil: apa yang harus dilakukan?
- Perbandingan fitur cek broken link
- Tips lanjutan untuk mengecek broken link dengan Ahrefs
- Hubungan antara broken link dan strategi UMKM
- Integrasi Ahrefs dengan tool lain
Website yang sehat bukan hanya soal tampilan menarik atau konten berkualitas, melainkan juga tentang bagaimana semua elemen teknisnya berfungsi dengan baik. Salah satu masalah yang sering terlewatkan—padahal berdampak besar pada pengalaman pengguna dan peringkat mesin pencari—adalah broken link atau tautan rusak. Ketika pengunjung mengklik link yang tidak lagi berfungsi, mereka akan diarahkan ke halaman error 404, yang bukan hanya membuat frustrasi, tapi juga menurunkan otoritas situs di mata Google.
Untungnya, di era digital yang serba canggih ini, kita tidak perlu lagi mengandalkan cara manual yang memakan waktu. Salah satu tool paling powerful yang dapat membantu Anda mengecek broken link dengan Ahrefs adalah Ahrefs Site Explorer. Tool ini tidak hanya menampilkan semua tautan keluar (outbound) dan masuk (inbound) yang dimiliki situs, tetapi juga memberikan status HTTP, sehingga Anda dapat mengidentifikasi link yang sudah tidak aktif dengan cepat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara mengecek broken link dengan Ahrefs, mengapa langkah ini penting, serta memberikan tips praktis yang dapat langsung Anda terapkan. Baik Anda seorang pemilik blog WordPress, pengelola toko online, atau konsultan digital marketing, panduan ini akan memberi Anda wawasan yang cukup untuk meningkatkan kualitas SEO teknis website Anda.
mengecek broken link dengan Ahrefs: Panduan Lengkap

Kenapa harus mengecek broken link dengan Ahrefs?
Ahrefs menjadi pilihan utama untuk mengecek broken link dengan Ahrefs karena database backlink-nya yang sangat luas dan pembaruan yang rutin. Dibandingkan dengan tools gratis, Ahrefs memberikan:
- Data real‑time: Informasi status link (200, 301, 404, dll) diupdate hampir setiap hari.
- Analisis kompetitor: Anda tidak hanya melihat broken link di situs Anda, tetapi juga dapat memeriksa link rusak pada situs pesaing.
- Integrasi dengan laporan SEO: Hasil pengecekan dapat langsung diekspor ke CSV atau dihubungkan dengan dashboard Ahrefs untuk monitoring berkelanjutan.
Dengan manfaat tersebut, proses mengecek broken link dengan Ahrefs menjadi lebih efisien, akurat, dan strategis.
Cara menggunakan Ahrefs untuk mengecek broken link
Berikut langkah‑langkah praktis yang dapat Anda ikuti:
- 1. Masuk ke Ahrefs Dashboard – Pastikan Anda memiliki paket yang mencakup Site Explorer.
- 2. Pilih “Site Explorer” dan masukkan URL domain yang ingin Anda audit.
- 3. Navigasi ke “Internal Backlinks” atau “Outbound Links” tergantung pada fokus audit Anda.
- 4. Filter berdasarkan “Status Code = 404”. Ahrefs akan menampilkan semua tautan yang mengembalikan kode 404.
- 5. Analisis setiap entri—perhatikan sumber halaman, anchor text, dan tanggal terakhir terdeteksi.
- 6. Export hasil ke CSV untuk dokumentasi atau integrasi dengan spreadsheet.
Setelah data terkumpul, Anda dapat memulai proses perbaikan, baik dengan mengarahkan ulang (redirect) ke halaman yang relevan, memperbarui anchor text, atau menghapus tautan yang tidak lagi dibutuhkan.
Interpretasi hasil: apa yang harus dilakukan?
Data yang di‑export dari Ahrefs biasanya mencakup kolom seperti Source URL, Target URL, Anchor Text, dan Status Code. Berikut cara memaknai tiap kolom:
- Source URL: Halaman yang berisi tautan rusak. Prioritaskan halaman dengan traffic tinggi.
- Target URL: Halaman tujuan yang tidak lagi ada. Periksa apakah ada halaman pengganti (misal, versi baru dari produk).
- Anchor Text: Teks yang terlihat oleh pengguna. Pastikan anchor tetap relevan setelah perbaikan.
- Status Code: 404 menandakan link mati. Jika kode 301, berarti ada redirect yang sudah diterapkan.
Strategi umum setelah menemukan broken link meliputi:
- Redirect 301 ke halaman yang paling relevan.
- Update link dengan URL yang masih aktif.
- Hapus link jika tidak ada pengganti yang cocok.
Perbandingan fitur cek broken link
| Fitur | Ahrefs | Screaming Frog | SEMrush |
|---|---|---|---|
| Database backlink | >12 miliar URL | Tidak ada (crawl lokal) | ≈ 10 miliar URL |
| Update data | Harian | Real‑time saat crawling | Mingguan |
| Filter kode status | Ya (404, 301, 302, dll) | Ya (custom) | Ya |
| Export CSV/Excel | Ya | Ya | Ya |
| Integrasi API | Ya (premium) | Tidak | Ya |
| Harga (per bulan) | USD 99‑179 | Gratis (hingga 500 URL) atau lisensi | USD 119‑449 |
Jika Anda fokus pada mengecek broken link dengan Ahrefs, tabel di atas menunjukkan keunggulan Ahrefs dalam hal cakupan database dan frekuensi pembaruan. Namun, untuk audit yang sangat detail pada struktur internal situs, Screaming Frog tetap menjadi pelengkap yang berguna.
Tips lanjutan untuk mengecek broken link dengan Ahrefs
Berikut beberapa trik yang sering diabaikan namun sangat membantu ketika mengecek broken link dengan Ahrefs:
- Gunakan filter “Lost” di bagian Backlinks untuk menemukan tautan yang sebelumnya aktif namun kini mengembalikan 404.
- Manfaatkan “Batch Analysis” untuk meng‑audit banyak domain sekaligus—ideal bagi agensi yang mengelola banyak klien.
- Set up Alerts di Ahrefs Alerts sehingga Anda akan menerima notifikasi otomatis ketika ada link baru yang rusak.
- Gabungkan dengan Google Search Console untuk memvalidasi error 404 yang dilaporkan Google, lalu cross‑check dengan data Ahrefs.
Dengan memanfaatkan fitur-fitur ini, proses mengecek broken link dengan Ahrefs menjadi tidak hanya sekadar audit sekali, melainkan bagian rutin dari strategi SEO berkelanjutan.
Hubungan antara broken link dan strategi UMKM
Untuk pelaku strategi harga kompetitif bagi UMKM, menjaga website tetap bebas dari broken link sangat krusial. Link yang rusak dapat menurunkan konversi, terutama jika mengarah ke halaman produk atau formulir pemesanan. Dengan rutin mengecek broken link dengan Ahrefs, Anda memastikan bahwa calon pelanggan selalu menemukan jalur yang mulus menuju pembelian.
Integrasi Ahrefs dengan tool lain
Jika Anda sudah menggunakan perbandingan Ahrefs vs SEMrush untuk keperluan lain, menggabungkan data broken link dari Ahrefs ke dalam dashboard SEMrush dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kesehatan situs. Export CSV dari Ahrefs, lalu import ke SEMrush Project, memungkinkan Anda melacak perbaikan secara visual bersama dengan metrik organik lainnya.
Kesimpulannya, mengecek broken link dengan Ahrefs bukan lagi tugas yang memakan waktu bila Anda mengikuti langkah-langkah di atas. Mulailah dengan audit rutin, manfaatkan fitur filter dan alert, serta integrasikan temuan ke dalam strategi SEO dan bisnis Anda. Dengan demikian, pengalaman pengguna meningkat, otoritas situs tetap terjaga, dan peluang konversi pun semakin besar.





